Senin, 07 Juli 2014

Wahyu Mengembalikan Dana Negara 900 juta


Anggaran Pemeliharan PU Kota Mojokerto, Hasil Temuan BPK 2013 Indikasi Fiktif
Mojokerto – Anggaran pemeliharaan infrastruktur / jalan Pekerja Umum (PU) Kota Mojokerto  tahun 2013 sebesar 1,8 Milyar, pos Anggaran pemeliharaan di masing-masing Bagian yaitu, Bina Marga senilai 1 Milyar, dan Cipta Karya 800 juta.

Terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jatim di lingkup Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Mojokerto, H Efendy selaku Kepala Dinas PU membenarkan adanya temuan BPK tersebut tentang anggaran pemeliharaan.

“Anggaran pengembalian itu berdasarkan temuan BPK tahun 2013, dan waktu yang ditentukan oleh BPK dalam pengembalian Uang negara hanya 2 bulan, terakhir wajib dikembalikan tanggal 28 juli,” jelas Efendy Senin 07/07/2014 saat dikonfirmasi awak media ini.
Petinggi PU ini juga menjelaskan, disaat tahun 2013 Efendy belum menjabat di kantor PU, terjadinya temuan BPK membuat terkejut dirinya, gimana tidak, dari nilai pos anggaran yang ada hanya dikerjakan volume nya 100 juta, “ini aneh juga, masak anggaran 1 Milyar di Bina Marga temuan BPK 900 juta, la yang dikerjakan hanya 100 juta, apa tidak fiktif namanya itu,” kata dia.

Masih menurut Efendy, Wahyu (WY) Kabag Bina Marga selaku Pejabat Pelaksana teknik Kegiatan (PPTK) juga pernah di beri arahan supaya membuat sanggahan hasil temuan BPK itu, kalau dia tidak salah dalam pekerjaan yang ia emban.”sebenarnya masih ada waktu untuk membuat sanggahan di BPK, supaya mereka tidak berat dalam pengembalian, tapi mereka tidak mau, ya jelas dugaan fiktif di semua titik dilapangan makin kuat.” Ungkapnya.
Dari penjelasan Efendy, Wahyu Bina marga mengembalikan dana negara temuan BPK sebesar 900 juta, terakhir tanggal 28 juli 2014, dan apabila tidak mengembalikan dia sudah merugikan negara, dan sudah masuk ranah hukum tipikor.

Serperti diberitakan sebelumnya, Wahyu sekarang menjabat di Kepala Bagian (kabag) Pengairan PU Kota Mojokerto, Soal trik Wahyu dalam pengembalian uang negara sebesar 900 juta, awak media ini menerima informasi bahwa anggaran kegiatan Pengairan akan dibuat talangan olehnya. Dari info tersebut, Efendy belum bisa menjawab soal itu. “soal dana kegiatan pengairan yang digunakan oleh Wahyu saya tidak tahu, cobak saya konfirmasi dulu sama yang bersangkutan.” Imbuhnya.

Apabila banar anggaran Pengairan dibuat talangan olehnya, maka carut-marutnya adminitrasi membuat rancuh nya kegiatan Pengairan. Sehingga masyarakat juga yang akan dirugikan.

sumber: majanews.com

Kamis, 03 Juli 2014

Wahyu Embat Dana Bina Marga Ratusan Juta Ketahuan BPK Jatim



Mojokerto – Pos Anggaran 2013 Bina Marga Pekerjaan Umum (PU) Kota Mojokerto tentang pemeliharaan infrastruktur/jalan di embat oleh Kepala Bagian (kabag) Bina Marga. Beruntung dana negara itu diselamatkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jatim.
 
Informasi yang diterima oleh awak media ini, tahun 2013 Wahyu menjabat sebagai kabag Bina Marga PU Kota Mojokerto, dalam tugas pokok Wahyu (WY) diberi amanah menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditugaskan kepada Yuda Kasi pemeliharaan. Untuk melancarkan meraup keuntungan pribadi sangatlah mudah bagi WY, karena semua tugas kegiatan remot kontrol ada pada WY.

Pengakuan sumber, Untuk menyerap dana ratusan juta itu WY membuat laporan SPJ fiktif tentang kegiatan yang dia peroleh. Walhasil dana ratusan juta pun ditangan WY, tetapi tidak sedikitpun pekerjaan dilaksanakan.”jelas dia untung 100%, karena pekerjaan tidak dilaksanakan tapi SPJ rampung dan dana dia serap” ungkap sumber media ini yang tidak mau disebutkan nama.

Terkait SPJ yang di fiktifkan oleh WY, media ini berusaha konfirmasi melalui via sms saluler pribadi WY kamis 03/06/2014,”saya masih rapat mas”. Selang 40 menit WY sms lagi pada awak media ini. “langsung konfirmasi ke Pak Efendy mas, sebab beliau atasan saya.” isi sms WY.

Dalam pemerikasaan BPK tahun 2014 bulan kemarin, Pos anggaran Bina Marga tahun 2013 sudah diserap ratusan juta tentang kegiatan pemeliharaan, tetapi tidak ada pekerjaan dilapangan. Sehingga WY sebagai PPTK harus bertanggung jawab penuh dalam kegiatan meskipun jabatan nya sudah digeser yang sekarang WY menjabat Kabag Pengairan PU.
Ironis nya dari hasil pengakuan sumber media ini. WY mengebalikan dana tersebut dari sumber dana kegiatan Pengairan. Sehingga kegiatan pengairan tentang infrastruktur terbengkelai alias molor.

Anggaran ratusan juta yang seharus nya untuk pemeliharaan infrastruktur lokasi yang sudah rusak di Kota Mojokerto, malah jadi sasaran empuk oleh pejabat yang tidak tanggung jawab. Sehingga masyarakat juga yang dirugikan.(dak)

Sabtu, 07 Juni 2014

Dugaan Pungli Timbangan Mojoagung Jombang






Petugas Dibawakan Buah Pisang Oleh Kernet Truk
MAJAnews – Timbangan Muat Mojoagung yang ada di jalan Raya Mojoagung, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap Mobil Truk angkutan yang melebihi muatan disaat melakukan timbang. terbuktinya Dugaan pungli itu, disaat awak Media ini melakukan investigasi Sabtu (07/06/2014) di lingkungan Timbangan tersebut.
Atas laporan masyarakat tentang Pungli Timbangan Mojoagung-Jombang, awak media melakukan pendekatan kepada petugas yang ada di area timbangan. walhasil, didalam ruangan seluas kurang lebih 4x4 meter yang diduga ruang kusus pungli, awak media menjumpai seorang kernet truk masuk ke ruangan langsung menaruh sejumlah uang di atas meja petugas yang berinisal DA. Adanya team awak media, Dengan cepat suara lantang petugas mengembalikan uang yang ditaruh.
Salah satu sopir truk yang tidak mau disebutkan namanya, menjelaskan dengan gamblang tentang kinerja  para oknum timbangan,“la emang di situ tadi ada sampean mas, ya dikembalikan lagi uang nya, cobak kalau tidak ada sampean ya tetap diterima” jelas sumber dengan senyum.
Para oknum sudah mengendus kedatangan awak media, sehingga mereka dengan cepat melakukan perapian didalam kenerjanya. Kode dengan kode petugas lontarkan kepada para sopir truk.
Team awak media mencoba melakukan pengawasan dari luar, kejadian lucu tiba-tiba muncul dari arah barat, truk muatan Buah pisang dengan nopol AG 8428 PA disaat melakukan timbang, seorang kernet turun dari kursi truk membawakan Buah pisang kusus buat petugas. merasa ada team awak media. Petugas yang berinisial WS dan SS kowar-kowar menyuruh membawa kembali pisang yang sudah matang itu. “hoe.. hoe… gak usah wes… gak usah…” kata SS dengan lantang.
Keterangan sumber, Modus pungli yang dilakukan oleh oknum petugas timbang Mojoagung memang tergolong rapi. Seorang sopir/kernet apabila melebihi kapasitas muatan dalam timbang mereka menaruh sejumlah uang didilam buku kir truk yang sedang di periksa petugas, apabila sopir sudah sering lewat jalan timbangan, maka sopir/kernet tidak usah membawa buku kir, hanya sejumlah uang yang harus ditaruh.
Dugaan pungli makin jelas, gimana tidak, Di area timbangan terdapat mobil Toyota yaris pengeluaran terbaru yang dimiliki oleh petugas timbangan, Mobil mungil itu terpampang diparkir di samping timbang.

Adanya dugaan pungli itu, disayangkan media ini tidak dapat konfirmasi dari petugas, “kalau konfirmasi ya ke pimpinan” ujar petugas DA.(sumber: majanews.com)

Selasa, 06 Mei 2014

Sekdakot Mojokerto Dicopot


Jabatan Sekda Sunu Hanya Bertahan 8 Bulan
Mojokerto - Jabatan sekda kota Mojokerto yang sebelumnya ditempati oleh Budwi Sunu, langsung digantikan Mas Agus Nirbito mantan Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) bojonegoro. Pelantikan jabatan ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur tadi pagi (06/05/2014).

Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Heriyana Dodik Murtono, membenarkan pergantian sekdakot tersebut. Surat resmi pelantikan sebelumnya sudah diterima dari Gubernur jawa Timur. ”Jabatan sekdakot yang sebelumnya dijabat Budwi sunu diganti Mas Agus, mantan kepala Bakorwil Bojonegoro”. Kata kabag yang baru jambat itu.
Masih menurut Dodik, setelah lengser dari sekdakot, Budwi Sunu menduduki jabatan baru, yakni staf ahli Gubernur Jawa Timur. ”Ini kewenangan Gubernur kawa Timur / sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) No 5 Tahun 2014”, jelas Dodik.

Dalam konfirmasinya, dipertanyakannya pencopotan jabatan Budi Sunu apakah terkait kinerja yang tidak singkronnya era Walikota Mas’ud Yunus, Dodik hanya lempar senyum kepada wartawan.

Perlu diketahui, Budwi Sunu menjadi Sekdakot Mojokerto sejak tanggal 27 Agustus 2013 lalu, saat era Walikota Abdul Gani, yakni beberapa bulan yang lalu telah habis masa jabatan, hingga sekarang ini, Sunu sudah menjabat 8 bulan lebih.( sumber: www.majanews.com )